Menghapus bayangmu,
tak semudah embun hilang tersapu pagi,
kau tertinggal di antara detak hati,
seperti jejak yang enggan pergi.
Waktu berlalu,
namun rindu masih menggenggam erat,
setiap langkah selalu kembali,
pada nama yang pernah singgah di sini.
Andai melupakan itu sederhana,
tentu tak ada air mata yang jatuh sia-sia,
namun cintamu telah menjelma luka,
yang tak segampang itu sirna begitu saja.
Komentar
Posting Komentar