Ada yang tertinggal di lorong waktu, bukan artefak, bukan prasasti, melainkan tatapanmu-yang terselip di antara detik yang tak sempat kembali.
Kita pernah berdiri di bawah langit yang sama, kau dalam balutan kain sutra, aku, bayang-bayang yang belum sempat jadi nama, menunggumu di ujung doa.
Mereka bilang cinta tak pernah punah, dan aku membuktikannya-sebab tiap malam, hatiku menggali reruntuhan untuk menemukanmu dalam serpihan mimpi.
Kau mungkin telah jadi legenda, dikenang di dongeng-dongeng tua, tapi bagiku, kau lebih nyata dan kau lebih indah dari angkasa.
Jika langit mengizinkan, akan kutulis puisi di atas altar bintang, agar saat kau membacanya 2000 tahun lalu, kau tahu, ada aku di masa depan, yang masih mencintaimu tanpa alasan.
Inspirated by: Attack on Titan
Komentar
Posting Komentar